Company Profile
Website resmi untuk menjelaskan perusahaan, layanan, profil, portfolio dan kontak dalam struktur yang profesional.
RaniTech membantu bisnis di Jakarta membangun website yang bukan hanya terlihat profesional, tetapi memiliki struktur yang jelas untuk menjelaskan layanan, membangun kepercayaan dan mengarahkan pengunjung menuju tindakan.
Mulai dari company profile, landing page, website UMKM, toko online hingga website custom dan sistem berbasis web sesuai kebutuhan bisnis.
Jenis website sebaiknya mengikuti tujuan bisnis, bukan sekadar memilih template. Kebutuhan untuk company profile, campaign, katalog, penjualan dan sistem internal memiliki struktur yang berbeda.
Mulai dari tujuan yang ingin dicapai, siapa pengguna website dan tindakan apa yang diharapkan setelah mereka membuka halaman.
Website resmi untuk menjelaskan perusahaan, layanan, profil, portfolio dan kontak dalam struktur yang profesional.
Halaman fokus untuk satu penawaran, campaign atau layanan yang membutuhkan CTA dan alur conversion lebih terarah.
Website bisnis yang membantu usaha memiliki pusat informasi resmi, produk atau jasa, kontak dan identitas digital.
Website untuk katalog, produk, keranjang, checkout dan alur penjualan online sesuai kebutuhan bisnis.
Website informasi untuk profil sekolah, program, berita, pengumuman, galeri dan kebutuhan publikasi institusi.
Menampilkan produk atau layanan secara terstruktur tanpa harus menggunakan alur checkout seperti toko online.
Pengembangan website dengan alur, modul, integrasi atau kebutuhan khusus di luar website standar.
Sistem berbasis web untuk workflow, data, user, laporan dan kebutuhan operasional yang lebih kompleks.
Jelaskan model bisnis, target customer, fitur yang dibutuhkan dan tujuan websitenya. Jenis website dapat ditentukan setelah kebutuhan utamanya lebih jelas.
Website yang bagus tidak dimulai dari pertanyaan “pakai warna apa?”, tetapi dari masalah apa yang perlu diselesaikan, siapa penggunanya dan hasil apa yang ingin dicapai oleh bisnis.
Karena itu, arah desain dan development sebaiknya ditentukan setelah kebutuhan bisnis dipahami.
Informasi bisnis masih tersebar di chat, sosial media atau platform lain dan belum memiliki pusat informasi sendiri.
Calon customer lebih sulit memverifikasi bisnis, memahami layanan dan menemukan informasi secara lengkap.
Tampilan lama, layout tidak konsisten atau penyajian informasi tidak lagi mewakili kualitas bisnis saat ini.
First impression dan kepercayaan dapat turun sebelum pengunjung memahami penawaran bisnis.
Teks terlalu kecil, tombol sulit diklik, layout melebar atau informasi terlalu padat ketika dibuka dari smartphone.
Pengunjung mobile menjadi lebih sulit membaca, menavigasi halaman dan mengambil tindakan.
Gambar, script, komponen atau struktur halaman membuat pengalaman membuka website terasa berat.
Pengguna dapat meninggalkan halaman sebelum memahami produk atau layanan yang ditawarkan.
Website belum memiliki struktur konten, heading, metadata dan internal architecture yang cukup jelas.
Mesin pencari dan pengguna menjadi lebih sulit memahami halaman serta hubungan antar layanan.
Pengunjung melihat halaman tetapi tidak menemukan alasan, informasi atau CTA yang cukup jelas untuk melanjutkan.
Traffic belum bekerja maksimal menjadi chat, inquiry, konsultasi atau calon customer.
Harga, layanan, proses, portfolio dan pertanyaan dasar masih harus dijelaskan satu per satu melalui chat.
Tim menghabiskan waktu menjawab informasi yang sebenarnya dapat disediakan secara terstruktur di website.
Data, approval, laporan atau workflow tertentu masih bergantung pada spreadsheet, chat atau pencatatan terpisah.
Aktivitas operasional menjadi lebih sulit dipantau dan dikembangkan ketika kebutuhan bertambah.
Struktur halaman, desain, fitur dan teknologi sebaiknya mengikuti masalah yang ingin diselesaikan serta tindakan yang ingin dilakukan pengguna.
Website company profile, landing page, katalog dan sistem custom memiliki kebutuhan teknis yang berbeda. Karena itu, fitur dan arsitektur sebaiknya mengikuti tujuan website, bukan dipaksakan menggunakan struktur yang sama.
Kompleksitas development mengikuti jumlah halaman, fitur, integrasi, data dan alur kerja yang dibutuhkan.
Website resmi untuk memperkenalkan perusahaan, layanan, kemampuan, portfolio dan jalur komunikasi dengan calon customer.
Halaman khusus untuk campaign, iklan atau satu penawaran yang membutuhkan alur lebih fokus menuju conversion.
Website bisnis untuk membangun identitas digital, menjelaskan produk atau jasa dan mempermudah customer menemukan informasi.
Website commerce dengan katalog produk dan alur transaksi yang dapat disesuaikan dengan model penjualan bisnis.
Website untuk menampilkan banyak produk atau layanan dengan struktur pencarian dan informasi yang lebih terorganisir.
Website informasi untuk profil institusi, program, berita, pengumuman, galeri dan kebutuhan publikasi.
Pengembangan website dengan fitur, alur dan integrasi yang dirancang berdasarkan kebutuhan khusus bisnis.
Aplikasi berbasis web untuk membantu proses internal, pengelolaan data, user, laporan dan aktivitas operasional.
Jelaskan workflow dan kebutuhan fiturnya. Struktur development dapat ditentukan setelah scope proyek lebih jelas.
Setiap industri memiliki pola informasi dan conversion yang berbeda. Website kontraktor membutuhkan portfolio dan capability, sedangkan retail dapat membutuhkan katalog, transaksi dan campaign.
Company capability, layanan, portfolio proyek dan inquiry.
Menjelaskan expertise, layanan, proses dan jalur konsultasi.
Pusat informasi resmi yang mudah ditemukan dan diakses customer.
Produk, katalog, campaign dan alur transaksi atau inquiry.
Katalog, kategori produk, spesifikasi dan permintaan penawaran.
Listing, detail properti, informasi proyek dan lead capture.
Katalog unit, area layanan, kebutuhan proyek dan pemesanan.
Profil institusi, program, informasi publik dan pengumuman.
Service positioning, case study, portfolio dan consultation flow.
Paket, destinasi, layanan, informasi dan jalur reservasi.
Product explanation, feature architecture, demo dan onboarding.
Company credibility, capability, solution dan lead generation.
Daftar di atas adalah contoh use case. Struktur website tetap dapat disesuaikan dengan model bisnis, customer journey dan kebutuhan operasional masing-masing proyek.
Website bukan hanya file desain yang dipublikasikan. Proyek dapat melibatkan perencanaan struktur, UI/UX, development, SEO foundation, performance sampai deployment dan testing.
Menentukan tujuan website dan bagaimana informasi disusun sebelum desain dan development dimulai.
Membangun tampilan yang konsisten dengan brand dan tetap mudah digunakan di berbagai ukuran layar.
Mengimplementasikan desain dan fungsi website menggunakan struktur teknis yang sesuai kebutuhan proyek.
Fondasi teknis dan struktur halaman disiapkan agar website lebih mudah dipahami oleh mesin pencari.
Aset dan komponen halaman disusun dengan mempertimbangkan pengalaman pengguna serta performa website.
Website diperiksa sebelum digunakan dan proses deployment disesuaikan dengan infrastruktur yang dipakai.
Tidak semua website membutuhkan backend, database, payment gateway atau dashboard. Komponen proyek ditentukan setelah kebutuhan dan ruang lingkupnya jelas.
Struktur halaman membantu pengunjung bergerak dari mengetahui penawaran, memahami relevansi, melihat solusi, membangun kepercayaan sampai mengambil tindakan.
Search, Ads, Social, Referral atau direct visitor.
Pengunjung harus cepat memahami apa yang ditawarkan dan untuk siapa.
Konten membantu pengguna mengenali apakah layanan relevan dengan kebutuhannya.
Layanan, benefit dan ruang lingkup ditampilkan dengan lebih jelas.
Portfolio, proses, informasi bisnis dan bukti membantu mengurangi keraguan.
Pengunjung diarahkan menuju WhatsApp, form, konsultasi atau transaksi.
Struktur teknis, hierarchy halaman dan internal linking sebaiknya dipikirkan sejak website dibangun agar konten lebih mudah dipahami oleh pengguna maupun mesin pencari.
Internal link dan struktur website membantu crawler menemukan halaman penting.
Canonical, sitemap dan pengaturan halaman membantu mengontrol URL yang dapat diindeks.
Title, heading dan hierarchy konten membantu menjelaskan topik utama halaman.
Hubungan antar layanan, lokasi dan topik dibangun melalui struktur serta internal linking.
Mobile usability, loading dan aset halaman ikut memengaruhi kualitas pengalaman pengguna.
Search Console dan analytics digunakan untuk membaca performa setelah website berjalan.
Fondasi teknis membantu mesin pencari memahami website, tetapi posisi di Google tetap dipengaruhi oleh kompetisi, relevansi halaman, kualitas konten, authority, kebutuhan pencarian dan faktor lainnya. Karena itu, SEO-ready berarti website dibangun dengan fondasi yang lebih siap untuk dikembangkan, bukan janji otomatis mendapatkan posisi tertentu.
Mobile experience, ukuran aset, script, layout dan cara konten dirender ikut menentukan bagaimana website terasa saat digunakan oleh pengunjung.
Layout menyesuaikan ukuran layar tanpa membuat informasi utama kehilangan prioritas.
Tombol dan elemen interaktif dibuat cukup jelas untuk digunakan melalui layar sentuh.
Informasi penting tetap muncul dalam urutan yang masuk akal saat layout berpindah ke mobile.
Ukuran teks, line-height dan spacing dijaga agar konten tetap mudah dibaca.
Ukuran dan cara pemuatan gambar menyesuaikan kebutuhan perangkat.
Navigasi dan interaction pattern dibuat lebih mudah dipahami oleh pengguna.
Image · Font · Script
Size · Format · Priority
Cache · Network · Server
Layout · CSS · Components
Input · Navigation · Action
Core Web Vitals dan performa dipertimbangkan sejak development, tetapi hasil aktual tetap dapat dipengaruhi oleh hosting, konten, script pihak ketiga, jumlah fitur dan perubahan setelah website diluncurkan.
UI/UX tidak hanya membahas warna dan dekorasi. Visual, hierarchy, navigation, content flow dan interaction perlu bekerja bersama untuk mewakili brand sekaligus membantu pengguna.
Headline, hierarchy dan CTA dibuat untuk membantu pengguna memahami penawaran tanpa harus menebak.
Tujuannya bukan membuat semua website terlihat sama. Design system digunakan untuk menjaga konsistensi, sementara visual direction tetap dapat disesuaikan dengan karakter brand, audience dan positioning bisnis.
Teknologi sebaiknya dipilih setelah kebutuhan website diketahui. WordPress sendiri merupakan CMS, sedangkan proyek tertentu dapat menggunakan CMS lain atau arsitektur custom.
Cocok untuk banyak kebutuhan website marketing, company profile, publishing dan website bisnis yang membutuhkan pengelolaan konten.
Content management dapat dipisahkan dari frontend ketika proyek membutuhkan fleksibilitas delivery dan struktur konten yang lebih terorganisir.
Digunakan ketika kebutuhan melibatkan workflow, authentication, database, dashboard, API atau business logic yang lebih spesifik.
Website dapat menjadi bagian dari ekosistem bisnis dengan menghubungkan komunikasi, analytics, marketing, transaksi, database maupun layanan eksternal sesuai kebutuhan proyek.
Website menjadi pusat yang dapat dihubungkan dengan layanan lain melalui link, embed, script, API atau integration layer.
Menghubungkan website dengan channel komunikasi pengguna.
Menampilkan atau menghubungkan website dengan informasi lokasi.
Membantu membaca traffic dan interaksi pengguna sesuai konfigurasi tracking.
Website dapat disiapkan untuk kebutuhan measurement campaign.
Integrasi transaksi dapat disesuaikan dengan provider dan alur bisnis.
Data website dapat dihubungkan ke database atau sistem pengelolaan tertentu.
Integrasi layanan eksternal mengikuti dokumentasi dan akses yang tersedia.
Website dapat menggunakan layanan pihak ketiga bila sesuai dengan kebutuhan proyek.
Ketersediaan integrasi bergantung pada API, dokumentasi, permission akun, provider dan batasan layanan pihak ketiga. Scope integrasi ditentukan setelah kebutuhan serta akses teknis diketahui.
Tidak semua proyek membutuhkan custom development, dan tidak semua kebutuhan cocok dipaksakan ke template. Keputusan sebaiknya mengikuti scope, brand, timeline dan kompleksitas.
Dapat menjadi pilihan untuk kebutuhan yang relatif standar dan tidak membutuhkan alur atau logic bisnis yang kompleks.
Lebih relevan ketika website membutuhkan struktur visual, workflow, integration atau logic yang tidak dapat dipenuhi secara efektif oleh struktur standar.
Timeline lebih singkat, fitur umum dan struktur marketing yang tidak terlalu kompleks.
Brand khusus, workflow, integration, data atau kebutuhan pengembangan jangka panjang.
Beberapa project website dengan karakter bisnis, jumlah konten dan kebutuhan pengguna yang berbeda. Setiap project membutuhkan pendekatan struktur dan interface yang tidak selalu sama.
Screenshot di bawah merupakan project portfolio. Tombol pada setiap project membuka website live pada tab baru.

Website rental alat proyek dan jasa konstruksi dengan struktur layanan, katalog alat, kebutuhan proyek, area layanan dan jalur pemesanan yang lebih terarah.

Platform otomotif dengan kebutuhan navigasi dan discovery yang luas untuk kendaraan, artikel, review, video, marketplace dan berbagai kategori informasi.

Website rental yang menyusun pilihan alat berdasarkan kebutuhan pekerjaan sehingga pengguna lebih cepat memahami jenis unit yang relevan.

Interface katalog fashion dengan pencarian produk, kategori, filtering, sorting dan product discovery untuk membantu pengguna menavigasi banyak item.
Tampilan website live dapat berubah setelah project berjalan, termasuk perubahan konten, data, campaign, produk maupun pengembangan lanjutan pada masing-masing website.
Dua contoh berikut menunjukkan bagaimana kebutuhan yang berbeda menghasilkan pendekatan struktur, interface dan development yang berbeda pula.
Studi kasus di atas berfokus pada keputusan struktur dan implementasi. Data seperti kenaikan traffic, conversion atau ranking hanya ditampilkan apabila tersedia data pengukuran yang memang dapat diverifikasi.
Proses development dibuat bertahap agar kebutuhan bisnis, struktur, desain dan fungsi website dapat diperiksa sebelum masuk ke tahap produksi.
Membahas model bisnis, audience, layanan, tujuan website dan referensi yang relevan.
Menentukan halaman, fitur, integrasi, kebutuhan konten dan akses yang diperlukan.
Sitemap, hierarchy konten, user flow dan SEO structure mulai dirancang.
Visual direction dan komponen interface disesuaikan dengan karakter brand.
Frontend, backend, database atau integrasi dibangun sesuai requirement proyek.
Konten, gambar, layanan, produk dan metadata dimasukkan ke struktur website.
Memeriksa responsive layout, link, form, fungsi dan experience utama.
Website disiapkan pada domain dan server produksi setelah pemeriksaan selesai.
Akses dan informasi penggunaan diserahkan sesuai scope proyek yang disepakati.
Waktu pengerjaan berbeda berdasarkan jenis website, jumlah halaman, kesiapan konten, kompleksitas fitur, integrasi dan proses approval selama project berlangsung.
Untuk halaman campaign atau layanan dengan scope relatif fokus.
Untuk website bisnis multi-page dengan struktur layanan dan informasi perusahaan.
Menyesuaikan jumlah produk, checkout, payment dan kebutuhan pengelolaan pesanan.
Estimasi ditentukan setelah workflow, database dan business logic diketahui.
Dua project dengan jumlah halaman yang sama belum tentu membutuhkan waktu development yang sama.
Estimasi mulai berjalan efektif setelah requirement, material utama dan akses yang diperlukan tersedia. Perubahan scope, penambahan fitur, keterlambatan konten atau proses approval dapat memengaruhi timeline pengerjaan.
Pilih scope yang sesuai dengan kebutuhan bisnis. Harga dibuat transparan dari awal dan dapat berubah apabila jumlah halaman, fitur, integrasi atau kompleksitas project bertambah.
Untuk satu halaman promosi, campaign atau layanan dengan struktur yang fokus menuju action.
Website bisnis sederhana untuk membangun presence dan menyediakan informasi perusahaan secara resmi.
Website bisnis multi-page dengan struktur layanan, UI yang lebih terarah dan fondasi SEO lebih lengkap.
Untuk bisnis yang membutuhkan katalog produk dan alur order tanpa sistem transaksi yang terlalu kompleks.
Untuk toko online yang membutuhkan cart, checkout dan integrasi payment sesuai provider.
Untuk kebutuhan database, dashboard, authentication, API dan workflow khusus bisnis.
Harga di atas merupakan harga awal berdasarkan scope masing-masing paket. Penambahan halaman, custom design, integrasi, database, API, payment, migrasi atau fitur di luar paket akan dihitung setelah requirement diperiksa.
Sejak awal perlu jelas mana yang termasuk dalam biaya development dan mana yang membutuhkan biaya atau scope tambahan.
Scope, jumlah revisi, halaman, fitur dan kebutuhan tambahan sebaiknya disepakati sebelum development dimulai agar biaya project tetap jelas.
Kepemilikan akses sebaiknya jelas sejak awal. Customer tidak perlu bergantung selamanya kepada developer hanya untuk mengakses domain, hosting, source code atau admin.
Domain dapat dibeli menggunakan akun customer sehingga kepemilikan tetap berada pada pemilik bisnis.
Customer dapat memiliki akses hosting atau server yang digunakan oleh website.
Source code project yang dibuat untuk customer dapat diserahkan setelah kewajiban project diselesaikan.
Untuk website berbasis database, akses atau backup dapat menjadi bagian proses serah terima.
Credential admin website atau sistem diserahkan sesuai konfigurasi project.
Analytics dan layanan measurement sebaiknya menggunakan akun yang dapat diakses customer.
Properti Search Console dapat dibuat atau diberikan akses kepada customer.
Ownership API, payment gateway dan layanan eksternal mengikuti akun dan aturan provider masing-masing.
Customer dapat membeli domain menggunakan akun sendiri. RaniTech membantu konfigurasi DNS dan deployment sesuai kebutuhan project.
Website dapat ditempatkan pada hosting atau server milik customer sehingga akses infrastruktur tidak hanya berada pada developer.
Setelah website online, customer dapat mengelolanya sendiri atau menggunakan maintenance RaniTech apabila membutuhkan backup, monitoring, minor update maupun pengembangan lanjutan.
Berlaku untuk bug yang berasal dari implementasi sesuai scope awal, bukan penambahan fitur baru atau perubahan kebutuhan.
Untuk perbaikan bug yang berasal dari implementasi project sesuai scope awal.
Untuk website sederhana yang membutuhkan pengecekan dan bantuan teknis ringan.
Untuk website aktif yang membutuhkan maintenance lebih rutin dan support teknis dasar.
Untuk website dengan aktivitas lebih tinggi atau kebutuhan pemeliharaan yang lebih luas.
Maintenance aplikasi custom mengikuti server, API, database dan kompleksitas sistem.
Customer dapat melanjutkan pengelolaan website secara mandiri setelah serah terima.
Gunakan maintenance apabila membutuhkan bantuan teknis secara berkala.
Source code dan akses memungkinkan project dilanjutkan pihak lain apabila diperlukan.
Website dapat dikelola sendiri, tetap bersama RaniTech atau dikembangkan kembali berdasarkan kebutuhan bisnis berikutnya.
Bukan sekadar membuat halaman terlihat bagus. RaniTech menggabungkan requirement, structure, UI/UX, development, technical foundation dan proses serah terima dalam satu alur project yang lebih jelas.
Beberapa project ditampilkan bersama link live agar calon customer dapat melihat hasil implementasi secara langsung.
Jumlah halaman, fitur, revisi, integrasi dan kebutuhan tambahan diperjelas sebelum development dimulai.
Struktur website ditentukan dari tujuan, audience dan kebutuhan pengguna, bukan sekadar memilih template.
Kebutuhan dapat berkembang ke database, authentication, dashboard, API dan workflow berbasis web.
Heading, metadata, internal linking, hierarchy halaman dan technical foundation dapat disiapkan sejak development.
Domain, hosting, source code, admin dan aset utama dapat diserahterimakan sesuai scope project.
Responsive layout, image delivery, usability dan performance menjadi bagian dari proses development.
Website dapat dikelola sendiri atau dikembangkan kembali ketika kebutuhan bisnis bertambah.
Setiap project dapat memiliki scope berbeda, tetapi prinsip pengerjaan tetap diarahkan pada struktur yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan.
Konsultasi dan development dapat dilakukan secara remote untuk bisnis di Jakarta Pusat, Selatan, Barat, Timur dan Utara. Kebutuhan pertemuan atau pekerjaan onsite dapat dikonfirmasi berdasarkan scope project.
Untuk company profile, corporate website, professional services dan kebutuhan bisnis di pusat aktivitas Jakarta.
Untuk bisnis, agency, startup, consultant dan professional service yang membutuhkan website dengan positioning yang kuat.
Untuk retail, supplier, distributor, UMKM, perdagangan dan bisnis yang membutuhkan katalog atau website commerce.
Untuk UMKM, jasa, pendidikan, distributor dan bisnis lokal yang membutuhkan pusat informasi digital.
Untuk trading, logistics, commerce, supplier dan bisnis yang membutuhkan company website maupun sistem katalog.
Pembuatan website tidak mengharuskan pertemuan tatap muka. Requirement, review dan approval dapat dilakukan secara online, sedangkan kebutuhan onsite dikonfirmasi apabila memang diperlukan.
Jawaban untuk pertanyaan yang sering muncul sebelum membuat website, mulai dari harga, waktu pengerjaan, teknologi, ownership hingga SEO dan maintenance.
Harga pembuatan website RaniTech dimulai dari Rp299.000 untuk scope tertentu. Harga final bergantung pada jenis website, jumlah halaman, desain, fitur, integrasi, database dan kebutuhan project.
Ada untuk kebutuhan landing page dengan scope terbatas. Paket tersebut ditujukan untuk kebutuhan sederhana dan tidak mencakup fitur custom, halaman dalam jumlah besar atau integrasi kompleks.
Landing page dapat membutuhkan sekitar 5–10 hari kerja, company profile sekitar 10–20 hari kerja dan toko online dapat membutuhkan beberapa minggu. Website custom mengikuti scope dan kompleksitas project.
Tidak otomatis. Domain dan hosting hanya termasuk apabila tertulis pada scope atau paket. Customer juga dapat membeli domain dan hosting menggunakan akun sendiri lalu RaniTech membantu konfigurasi dan deployment.
Project website yang telah diselesaikan dan dibayar sesuai kesepakatan dapat diserahterimakan kepada customer termasuk akses yang menjadi bagian dari scope project.
Source code project yang dibuat untuk customer dapat diserahkan setelah kewajiban project diselesaikan, kecuali terdapat komponen pihak ketiga yang memiliki lisensi atau ketentuan tersendiri.
Bisa apabila project menggunakan CMS, admin panel atau sistem pengelolaan konten. Jenis pengelolaan yang tersedia mengikuti teknologi dan scope website.
Tergantung kebutuhan. WordPress cocok untuk banyak website marketing dan content-driven, sementara custom development lebih relevan untuk workflow, dashboard, database, authentication atau business logic yang lebih spesifik.
Responsive implementation menjadi bagian penting dalam development. Layout, typography, navigation, tombol dan konten disesuaikan agar tetap usable pada ukuran layar yang berbeda.
Website dapat disiapkan dengan heading structure, metadata, canonical, sitemap, internal linking, structured data dasar dan technical foundation sesuai kebutuhan project.
Tidak ada jaminan otomatis page one. Struktur teknis dapat dioptimalkan, tetapi ranking tetap dipengaruhi kompetisi, relevansi, kualitas konten, authority, search intent dan banyak faktor lainnya.
Jumlah revisi mengikuti paket atau scope project. Paket entry memiliki batas revisi lebih sedikit, sedangkan project custom dapat memiliki mekanisme review sesuai kesepakatan.
Bisa. Website lama dapat dievaluasi dari sisi visual, struktur halaman, mobile experience, performance dan kebutuhan bisnis sebelum menentukan apakah cukup redesign atau perlu rebuild.
Tersedia tetapi tidak wajib. Customer dapat mengelola sendiri, menggunakan maintenance RaniTech atau menyerahkan pengembangan selanjutnya kepada developer lain.
Tidak harus. Konsultasi, requirement, review dan development dapat dilakukan secara remote. Pertemuan atau pekerjaan onsite dapat dikonfirmasi apabila memang dibutuhkan oleh scope project.
Jelaskan kebutuhan website dan fitur yang dibutuhkan agar scope awal dapat dibahas lebih spesifik.
Pilih layanan yang lebih sesuai apabila kebutuhan project sudah mengarah ke jenis website, redesign, SEO atau maintenance tertentu.
Landing page untuk campaign, Google Ads, layanan atau penawaran dengan CTA yang lebih fokus.
Website katalog dan transaksi dengan product listing, checkout dan integrasi sesuai kebutuhan.
Pengembangan website atau web application dengan database, API, dashboard dan workflow custom.
Perbaikan struktur, tampilan, UI/UX dan responsive experience untuk website yang sudah berjalan.
Pengembangan technical, content dan internal architecture untuk membantu meningkatkan kualitas SEO website.
Maintenance untuk backup, troubleshooting, update, monitoring dan kebutuhan teknis setelah launch.
Ceritakan jenis bisnis, website yang dibutuhkan, fitur dan target pengguna. RaniTech membantu menentukan scope serta pendekatan development yang sesuai sebelum project dimulai.
