Lewati ke konten utama
Logo RaniTech
RaniTech
Network Infrastructure · LAN · WiFi · Fiber

Jasa Instalasi
Jaringan Profesional untuk Kantor & Bisnis.

RaniTech membantu merancang, memasang dan mengoptimalkan infrastruktur jaringan untuk kantor, perusahaan, sekolah, gudang, retail dan berbagai kebutuhan bisnis.

Mulai dari instalasi kabel LAN, access point WiFi, router, switch, rack jaringan dan fiber optic hingga konfigurasi, testing serta dokumentasi setelah instalasi.

Teknisi RaniTech untuk jasa instalasi jaringan LAN WiFi dan infrastruktur kantor

Kebutuhan titik jaringan, perangkat aktif, jalur kabel dan konfigurasi ditentukan berdasarkan kondisi lokasi serta hasil pengecekan kebutuhan.

03Network Diagnostic

Jaringan Lambat atau
Tidak Stabil? Cari Masalahnya dari Infrastruktur.

Masalah jaringan tidak selalu berasal dari koneksi internet. Kabel, switch, router, access point, IP, topologi dan kapasitas perangkat juga perlu diperiksa sebelum menentukan solusi.

RaniTech membantu melakukan pengecekan kebutuhan dan kondisi jaringan untuk menentukan area yang perlu diperbaiki, dirapikan atau dikembangkan.

ISSUE 01

Internet Sering Putus

Koneksi yang tidak stabil dapat berkaitan dengan perangkat jaringan, konfigurasi, jalur kabel, access point maupun koneksi dari ISP.

Connection Review
ISSUE 02

LAN Tidak Terkoneksi

Kabel, konektor, patch panel, switch port dan konfigurasi IP perlu diperiksa untuk menemukan titik gangguan.

LAN Check
ISSUE 03

WiFi Banyak Blank Spot

Posisi access point, layout bangunan, dinding, channel dan jumlah pengguna dapat memengaruhi area jangkauan WiFi.

Coverage Review
ISSUE 04

Bandwidth Tidak Merata

Penggunaan bandwidth yang tidak terkontrol dapat membuat sebagian user atau aplikasi menggunakan kapasitas jaringan secara berlebihan.

Traffic Review
ISSUE 05

IP Conflict

Pengaturan DHCP, static IP atau perangkat dengan konfigurasi yang sama dapat menyebabkan konflik alamat pada jaringan.

IP Diagnose
ISSUE 06

Switch Mulai Penuh

Jumlah port, kapasitas switch dan kebutuhan ekspansi perlu diperhitungkan ketika perangkat jaringan terus bertambah.

Capacity Check
ISSUE 07

Jaringan Antar Lantai Lambat

Backbone, jenis kabel, perangkat aktif dan desain topologi dapat memengaruhi komunikasi antar lantai atau area.

Backbone Review
ISSUE 08

Kabel Lama Berantakan

Jalur kabel tanpa labeling dan dokumentasi membuat troubleshooting, maintenance serta ekspansi jaringan menjadi lebih sulit.

Cabling Audit
ISSUE 09

Banyak User Membuat WiFi Drop

Satu access point belum tentu cocok untuk banyak pengguna secara bersamaan sehingga kapasitas dan distribusi AP perlu diperiksa.

User Capacity
ISSUE 10

Rack Jaringan Tidak Tertata

Patch cord, switch, router dan perangkat jaringan yang tidak tertata dapat menyulitkan identifikasi serta perawatan jaringan.

Rack Review
04Network Use Case

Infrastruktur Jaringan
Disesuaikan dengan Cara Bisnis Anda Bekerja.

Desain jaringan untuk kantor tidak selalu sama dengan hotel, gudang atau pabrik. Jumlah pengguna, luas area, jenis perangkat dan pola penggunaan menentukan kebutuhan LAN, WiFi, switch maupun backbone.

Karena itu jasa instalasi jaringan sebaiknya dimulai dari pemetaan kebutuhan, bukan sekadar menentukan jumlah kabel atau access point.

01
Office Network

Kantor

Jaringan untuk komputer staf, printer, server, VoIP, WiFi karyawan dan guest network dengan struktur yang lebih mudah dikelola.

Network Planning
02
Business Infrastructure

Perusahaan

Infrastruktur jaringan untuk banyak pengguna, divisi, perangkat kerja, server, access point dan kebutuhan segmentasi jaringan.

Network Planning
03
Education Network

Sekolah & Kampus

LAN dan WiFi untuk ruang administrasi, guru, laboratorium, kelas serta akses pengguna dengan kebutuhan berbeda.

Network Planning
04
Guest Connectivity

Hotel & Penginapan

Jaringan untuk front office, operasional dan koneksi WiFi tamu dengan distribusi access point berdasarkan area bangunan.

Network Planning
05
Hospitality Network

Cafe & Restaurant

Jaringan untuk kasir, perangkat operasional, WiFi pelanggan, CCTV dan perangkat lain yang membutuhkan koneksi stabil.

Network Planning
06
Retail Connectivity

Retail

Koneksi untuk POS, printer, back office, CCTV, perangkat pembayaran serta konektivitas cabang sesuai kebutuhan.

Network Planning
07
Warehouse Network

Gudang

Coverage jaringan untuk komputer operasional, handheld scanner, CCTV dan perangkat IP pada area penyimpanan.

Network Planning
08
Industrial Network

Pabrik

Infrastruktur jaringan untuk kantor, area produksi, perangkat IP dan backbone antar area dengan perencanaan jalur yang sesuai.

Network Planning
09
Clinic Network

Klinik

LAN dan WiFi untuk administrasi, kasir, workstation dan perangkat operasional dengan pembagian akses sesuai kebutuhan.

Network Planning
10
Flexible Workspace

Co-working Space

Jaringan dengan banyak pengguna, access point, guest WiFi dan kebutuhan bandwidth yang berubah sepanjang hari.

Network Planning
Network Requirement

Infrastruktur Mengikuti Kebutuhan Operasional.

Jumlah user dan perangkat menjadi salah satu dasar sebelum menentukan titik, perangkat aktif dan desain jaringan.

Business Type
User & Device
Area Layout
Network Requirement
Infrastructure Plan

Butuh jasa instalasi jaringan untuk kantor, sekolah, gudang, tempat usaha atau bangunan lainnya? RaniTech dapat membantu memetakan kebutuhan LAN, WiFi, router, switch, rack jaringan dan konektivitas antar area sebelum proses instalasi dilakukan.

05Network Service Scope

Dari Kabel sampai Konfigurasi.
Satu Infrastruktur yang Terhubung.

Jasa instalasi jaringan RaniTech dapat mencakup jalur kabel, rack, router, switch, access point, backbone hingga konfigurasi dan troubleshooting sesuai kebutuhan lokasi.

Scope akhir ditentukan berdasarkan jumlah perangkat, kondisi jaringan existing, layout dan hasil survey atau pengecekan kebutuhan.

SERVICE 01

Instalasi Jaringan LAN

Pemasangan jaringan kabel untuk komputer, printer, server, CCTV dan perangkat lain yang membutuhkan koneksi melalui LAN.

LAN Installation
SERVICE 02

Tarik Kabel Data

Penarikan kabel jaringan berdasarkan layout, posisi pengguna, jalur bangunan dan kebutuhan titik koneksi.

Data Cabling
SERVICE 03

Structured Cabling

Penataan jalur kabel, terminasi, patch panel, faceplate dan labeling agar jaringan lebih mudah dikelola.

Cabling System
SERVICE 04

Patch Panel & Faceplate

Terminasi titik jaringan dapat dirapikan menggunakan patch panel, keystone dan faceplate sesuai desain instalasi.

Termination
SERVICE 05

Rack Jaringan

Penataan switch, router, patch panel dan perangkat jaringan pada rack agar lebih terstruktur dan mudah diidentifikasi.

Rack Setup
SERVICE 06

Router Configuration

Konfigurasi router untuk kebutuhan gateway, DHCP, koneksi ISP dan pengaturan jaringan sesuai scope pekerjaan.

Router
SERVICE 07

Managed Switch

Setup switch berdasarkan kebutuhan jumlah port, distribusi jaringan dan konfigurasi yang dibutuhkan.

Switching
SERVICE 08

Access Point WiFi

Pemasangan dan konfigurasi access point berdasarkan area coverage, jumlah pengguna dan kebutuhan konektivitas.

Wireless
SERVICE 09

VLAN & Segmentation

Pembagian jaringan dapat direncanakan untuk memisahkan kelompok user atau perangkat sesuai kebutuhan operasional.

Segmentation
SERVICE 10

Bandwidth Management

Pengaturan lalu lintas jaringan dapat disesuaikan agar penggunaan koneksi lebih terkontrol berdasarkan kebutuhan.

Traffic
SERVICE 11

Fiber Optic Backbone

Fiber optic dapat digunakan untuk kebutuhan backbone, antar lantai, antar gedung atau jalur dengan kebutuhan tertentu.

Fiber Backbone
SERVICE 12

Network Troubleshooting

Pengecekan koneksi, kabel, perangkat aktif dan konfigurasi untuk menemukan sumber gangguan jaringan.

Troubleshooting
SERVICE 13

Perapihan Jaringan Existing

Jaringan lama dapat dirapikan dari sisi kabel, patching, labeling, rack maupun struktur koneksi yang sudah ada.

Network Cleanup
SERVICE 14

Maintenance Jaringan

Pengecekan berkala dapat disesuaikan dengan perangkat, skala jaringan dan kebutuhan operasional pengguna.

Maintenance
Network Delivery

Bukan Berhenti di Instalasi.

Plan
Install
Configure
Test
Document
06Structured Cabling

Kabel Bukan Sekadar Ditarik.
Jalur Jaringan Harus Terstruktur.

Structured cabling membantu membuat jalur jaringan lebih rapi, mudah diidentifikasi dan lebih siap ketika titik atau perangkat perlu dikembangkan di kemudian hari.

Jenis kabel, patch panel, conduit maupun komponen lain tidak ditentukan secara otomatis. Semuanya menyesuaikan desain, perangkat dan kebutuhan project.

Cabling Architecture

Jalur dari Rack ke Endpoint.

Core NetworkCore / Distribution Switch
TerminationPatch Panel
Port 01Faceplate → User PC
Port 02Faceplate → Printer
Port 03Network → Access Point

Diagram ini menggambarkan struktur umum. Jumlah switch, patch panel dan endpoint tetap disesuaikan dengan desain jaringan aktual.

01

UTP Cat5e

Dapat digunakan pada kebutuhan tertentu dengan mempertimbangkan perangkat, kebutuhan jaringan dan infrastruktur yang sudah tersedia.

02

UTP Cat6

Umum dipertimbangkan untuk instalasi jaringan baru dengan kebutuhan performa dan struktur kabel yang lebih modern.

03

Cat6A

Digunakan pada kebutuhan tertentu yang membutuhkan spesifikasi cabling lebih tinggi dan harus disesuaikan dengan desain keseluruhan.

04

Patch Panel

Mengumpulkan terminasi kabel jaringan pada rack agar port lebih mudah ditata, diberi label dan dipatching.

05

Keystone Jack

Komponen terminasi pada titik jaringan yang membantu membuat instalasi lebih terstruktur.

06

Faceplate

Digunakan sebagai titik outlet jaringan pada meja, dinding atau area pengguna sesuai desain instalasi.

07

Patch Cord

Menghubungkan perangkat, switch, patch panel atau outlet dengan panjang yang disesuaikan kebutuhan.

08

Conduit

Melindungi dan merapikan jalur kabel pada area yang membutuhkan perlindungan atau routing tertentu.

09

Cable Tray

Dapat digunakan untuk membawa beberapa jalur kabel pada area tertentu agar routing lebih terorganisir.

10

Rack Management

Penataan patch cord, perangkat jaringan dan jalur masuk kabel untuk membuat rack lebih mudah dirawat.

11

Port Labeling

Penandaan port membantu proses identifikasi ketika troubleshooting, maintenance atau penambahan perangkat.

12

Cable Labeling

Penandaan jalur kabel membantu mencocokkan titik pengguna dengan rack atau patch panel.

07Network Topology

Sebelum Dipasang,
Jaringan Harus Punya Rencana.

Topologi membantu menentukan bagaimana internet, router, switch, access point, server dan perangkat pengguna saling terhubung sebelum proses instalasi jaringan dimulai.

External NetworkInternet / ISP
GatewayRouter / Firewall
DistributionCore Switch
Staff NetworkPC · Laptop · Printer
Server NetworkServer · NAS
CCTV / IoTCamera · IP Device
WirelessAccess Point · WiFi
Staff WiFi+Guest WiFi

Diagram ini adalah contoh konsep topology, bukan konfigurasi yang otomatis diterapkan pada setiap project. Struktur final menyesuaikan kebutuhan aktual.

01

Jumlah User

Jumlah pengguna membantu menentukan kapasitas perangkat jaringan dan distribusi koneksi.

02

Jumlah Perangkat

Komputer, printer, CCTV, access point dan perangkat IP perlu dipetakan sejak awal.

03

Titik LAN

Jumlah dan posisi titik kabel memengaruhi jalur cabling serta kebutuhan port switch.

04

Layout Ruangan

Posisi ruang, lantai, dinding dan area kerja memengaruhi desain jalur serta perangkat.

05

ISP

Jumlah dan jenis koneksi internet perlu dipahami sebelum menentukan arsitektur gateway.

06

Core Switch

Distribusi koneksi antar perangkat dan area perlu disesuaikan dengan kapasitas switch.

07

Access Point

Jumlah dan posisi AP ditentukan berdasarkan coverage, user dan kondisi area.

08

Server / NAS

Perangkat server atau storage jaringan perlu ditempatkan pada bagian topology yang sesuai.

09

Printer & Device

Perangkat bersama seperti printer dan perangkat IP perlu memiliki jalur akses yang jelas.

10

CCTV / IoT

Perangkat CCTV dan IoT dapat dipetakan sebagai bagian dari desain jaringan sesuai kebutuhan.

11

Antar Lantai

Koneksi antar lantai atau area dapat membutuhkan backbone dan distribusi perangkat berbeda.

12

Future Expansion

Ruang pengembangan perlu dipikirkan agar penambahan user dan perangkat tidak langsung memaksa redesign.

Topology Planning

Mulai dari Kebutuhannya.

Location
Users & Devices
Network Requirement
Topology
Device & Cabling Plan
08Connection Type

LAN, WiFi atau Fiber Optic?
Masing-Masing Punya Fungsi.

Media jaringan dipilih berdasarkan perangkat, jarak, mobilitas, layout dan kebutuhan koneksi. LAN, WiFi dan fiber optic bukan pengganti satu sama lain dalam setiap situasi.

01
Wired Connection

LAN

Koneksi kabel untuk perangkat tetap yang membutuhkan jalur jaringan fisik dan identifikasi port yang jelas.

Cocok untuk
Desktop
Printer
Server
NAS
CCTV
Perangkat tetap
Pertimbangkan
Jumlah titikJenis kabelSwitch portJalur cablingTerminasi
02
Wireless Connection

WiFi

Koneksi wireless untuk perangkat yang membutuhkan mobilitas dan akses jaringan tanpa kabel ke setiap endpoint.

Cocok untuk
Laptop
Smartphone
Tablet
Guest
Meeting room
Flexible workspace
Pertimbangkan
CoverageJumlah userPosisi APChannelRoaming
03
Network Backbone

Fiber Optic

Media jaringan yang dapat digunakan untuk backbone dan koneksi antar area sesuai jarak, kapasitas serta desain infrastruktur.

Cocok untuk
Antar lantai
Antar gedung
Backbone
Long distance
High capacity
Distribution link
Pertimbangkan
JarakEndpointTransceiverTerminationTopology
Connection Decision

Pilih Berdasarkan Kebutuhan.

Dalam satu jaringan, LAN, WiFi dan fiber optic juga dapat digunakan bersama sesuai fungsi masing-masing.

Device Type
Distance
Mobility
Network Need
LAN / WiFi / Fiber

Dalam jasa instalasi jaringan, kombinasi LAN, WiFi maupun fiber optic dapat dirancang berdasarkan jumlah pengguna, perangkat, layout, jarak antar area dan kebutuhan operasional sehingga setiap media jaringan digunakan sesuai fungsinya.

09Network Control

Jaringan Bukan Hanya Terkoneksi.
Traffic-nya Juga Harus Terkelola.

Router, switch dan segmentasi jaringan membantu mengatur bagaimana perangkat mendapatkan koneksi, berkomunikasi dan menggunakan jalur jaringan sesuai kebutuhan operasional.

Konfigurasi akhir mengikuti perangkat yang digunakan, struktur jaringan, kebutuhan akses serta kebijakan pengguna.

CONTROL 01

Router Setup

Router dikonfigurasi berdasarkan koneksi ISP, gateway, kebutuhan pengguna dan struktur jaringan yang digunakan.

Gateway
CONTROL 02

DHCP

Pengaturan DHCP membantu mendistribusikan alamat IP secara terstruktur kepada perangkat yang terhubung.

IP Management
CONTROL 03

Static IP

Perangkat tertentu dapat menggunakan static IP apabila memang dibutuhkan untuk server, printer, CCTV atau layanan lainnya.

Addressing
CONTROL 04

Managed Switch

Managed switch dapat dikonfigurasi untuk distribusi jaringan, VLAN dan kebutuhan pengelolaan port yang lebih terstruktur.

Switching
CONTROL 05

VLAN

VLAN dapat digunakan untuk memisahkan kelompok perangkat atau pengguna berdasarkan kebutuhan operasional jaringan.

Segmentation
CONTROL 06

Guest Network

Jaringan tamu dapat dipisahkan dari jaringan internal agar akses pengguna guest tidak bercampur dengan perangkat operasional.

Guest Access
CONTROL 07

Bandwidth Management

Penggunaan bandwidth dapat diatur berdasarkan kebutuhan jaringan, kelompok perangkat maupun prioritas tertentu.

Traffic
CONTROL 08

Load Balancing

Pada jaringan dengan lebih dari satu koneksi internet, distribusi trafik dapat direncanakan sesuai kebutuhan dan perangkat yang digunakan.

Multi ISP
CONTROL 09

Failover

Koneksi cadangan dapat direncanakan agar jalur internet lain dapat digunakan ketika koneksi utama mengalami gangguan.

Redundancy
CONTROL 10

Basic Firewall

Aturan firewall dasar dapat disesuaikan dengan kebutuhan akses jaringan dan perangkat yang digunakan.

Access Control
CONTROL 11

Device Isolation

Perangkat atau kelompok jaringan tertentu dapat dipisahkan apabila kebutuhan operasional memang memerlukannya.

Isolation
10WiFi Coverage

WiFi Kencang di Dekat Router
Belum Berarti Coverage-nya Benar.

Coverage WiFi dipengaruhi oleh luas area, layout, hambatan fisik, posisi access point, jumlah pengguna serta kapasitas perangkat wireless yang digunakan.

Karena itu penempatan access point sebaiknya mengikuti kondisi lokasi dan kebutuhan pengguna, bukan hanya posisi yang paling mudah dipasang.

Wireless Planning

Access Point Placement.

Office A
Meeting Room
Office B
AP 01AP 02AP 03

Visual ini hanya menggambarkan konsep distribusi access point. Coverage aktual tetap dipengaruhi layout, material bangunan, perangkat dan kondisi radio di lokasi.

01

Bukan Sekadar Tambah AP

Jumlah access point perlu mengikuti kebutuhan area dan kapasitas pengguna.

02

Posisi Mempengaruhi Coverage

Lokasi pemasangan dapat memengaruhi distribusi sinyal ke area pengguna.

03

User Capacity Tetap Penting

Coverage luas belum tentu berarti kapasitas pengguna sudah sesuai.

04

Uji Setelah Pemasangan

Kondisi koneksi perlu diperiksa kembali setelah konfigurasi dan pemasangan.

WiFi Planning Flow

Coverage Dimulai dari Kondisi Area.

Area
User Count
Obstacle
AP Position
SSID / Channel
Coverage Test
11Site Survey

Survey Dulu.
Baru Tentukan Titik dan Anggaran.

Survey membantu memahami kondisi bangunan, jaringan existing, jumlah titik, perangkat dan jalur instalasi sebelum material serta scope pekerjaan ditentukan.

Hasil pengecekan dapat digunakan sebagai dasar penyusunan kebutuhan titik, perangkat, material dan estimasi pekerjaan.

01

Layout Lokasi

Area kerja, ruangan, lantai dan jalur antar bagian dipetakan sebelum menentukan rancangan jaringan.

02

Existing Network

Jaringan yang sudah ada diperiksa untuk melihat perangkat, jalur dan struktur yang masih dapat digunakan.

03

Jumlah User

Jumlah pengguna membantu menentukan kapasitas jaringan dan kebutuhan access point maupun switch.

04

Jumlah Titik LAN

Jumlah endpoint dan titik kabel dipetakan berdasarkan perangkat yang akan menggunakan jaringan.

05

Jalur Kabel

Routing kabel mempertimbangkan layout, jalur bangunan, estetika dan kemungkinan kebutuhan maintenance.

06

Plafon & Dinding

Kondisi fisik bangunan dapat memengaruhi metode penarikan dan perlindungan jalur kabel.

07

Posisi Rack

Lokasi rack dipertimbangkan berdasarkan distribusi titik, keamanan perangkat dan kemudahan akses teknis.

08

Power Source

Ketersediaan sumber listrik perlu diperhatikan untuk rack, switch, router dan perangkat aktif lainnya.

09

Router & Switch

Jumlah port, kapasitas dan fungsi perangkat aktif disesuaikan dengan kebutuhan jaringan.

10

Access Point

Posisi dan jumlah AP dipetakan berdasarkan area, jumlah user dan kondisi bangunan.

11

Backbone

Jalur utama antar rack, lantai atau area perlu direncanakan sesuai kebutuhan distribusi jaringan.

12

Antar Lantai

Koneksi vertikal antar lantai membutuhkan perencanaan jalur dan perangkat distribusi yang sesuai.

13

Future Expansion

Kemungkinan penambahan titik, perangkat atau pengguna dipertimbangkan agar jaringan lebih mudah dikembangkan.

Planning Output

Hasil yang Bisa Dipetakan.

Menyesuaikan scope project
01

Point Mapping

Pemetaan kebutuhan titik jaringan.

02

Cable Route

Perencanaan jalur cabling.

03

Network Design

Konsep hubungan perangkat jaringan.

04

Device Requirement

Kebutuhan router, switch dan perangkat lain.

05

AP Placement

Rencana posisi access point.

06

Rack Requirement

Kebutuhan rack dan distribusi perangkat.

07

Material Estimate

Estimasi material berdasarkan scope.

08

Work Scope

Gambaran pekerjaan yang dibutuhkan.

Detail output bergantung pada jenis project. Tidak semua pekerjaan membutuhkan dokumen, layout atau BoQ dengan tingkat detail yang sama.

12Project Closeout

Selesai Instalasi
Bukan Berarti Selesai Pekerjaan.

Setelah instalasi, jalur, konektivitas, perangkat dan konfigurasi yang menjadi bagian dari pekerjaan perlu diperiksa kembali sebelum jaringan diserahkan untuk digunakan.

Labeling dan dokumentasi membantu proses identifikasi ketika jaringan perlu dirawat, dikembangkan atau diperiksa kembali.

Completion Pipeline

Sampai Siap Diserahkan.

Tahapan akhir membantu memastikan pekerjaan tidak berhenti hanya setelah kabel dan perangkat terpasang.

01Install
02Terminate
03Label
04Test
05Document
06Handover
CHECK 01

Cable Test

Jalur kabel yang dikerjakan diperiksa untuk memastikan konektivitas sesuai scope pekerjaan.

Physical
CHECK 02

Connectivity Test

Koneksi antar perangkat atau endpoint diperiksa setelah instalasi dan konfigurasi dilakukan.

Network
CHECK 03

Port Check

Port jaringan yang digunakan diperiksa agar dapat dicocokkan dengan titik maupun perangkat terkait.

Port
CHECK 04

Port Labeling

Port dapat diberi identitas agar lebih mudah ditemukan saat maintenance atau troubleshooting.

Identification
CHECK 05

Patch Panel Labeling

Terminasi pada patch panel dapat diberi label untuk membantu pencocokan dengan endpoint.

Rack
CHECK 06

Router & Switch Check

Perangkat aktif diperiksa kembali berdasarkan konfigurasi yang termasuk dalam scope pengerjaan.

Device
CHECK 07

WiFi Check

SSID, konektivitas dan area penggunaan diperiksa setelah access point selesai dikonfigurasi.

Wireless
CHECK 08

Configuration Check

Konfigurasi jaringan yang dikerjakan diperiksa kembali sebelum proses pekerjaan ditutup.

Configuration
CHECK 09

Topology Record

Struktur koneksi dapat dicatat untuk membantu memahami hubungan antar perangkat dan jaringan.

Documentation
CHECK 10

Device List

Perangkat yang menjadi bagian dari pekerjaan dapat dicatat sesuai kebutuhan dokumentasi project.

Record
CHECK 11

Credential Handover

Informasi akses yang memang menjadi milik pelanggan dapat diserahkan sesuai kebutuhan dan scope pekerjaan.

Handover

Testing, labeling dan dokumentasi membantu membuat instalasi jaringan lebih mudah dipahami ketika dilakukan maintenance, troubleshooting atau pengembangan di kemudian hari. Scope pengujian dan dokumentasi disesuaikan dengan pekerjaan yang disepakati.

13Project Condition

Bangun Jaringan Baru
atau Rapikan Sistem yang Sudah Ada.

Kebutuhan instalasi jaringan tidak selalu dimulai dari nol. RaniTech dapat membantu jaringan baru, pengembangan infrastruktur existing maupun troubleshooting pada jaringan yang sedang bermasalah.

Kondisi awal diperiksa sebelum menentukan apakah jaringan lebih tepat dibangun, ditambah, dirapikan atau diperbaiki.

01
New Installation

Bangun Jaringan Baru

Untuk kantor, tempat usaha atau lokasi baru yang membutuhkan infrastruktur jaringan dari tahap perencanaan sampai instalasi.

Titik LAN baru
Structured cabling
Rack & patch panel
Router & switch
Access point WiFi
Topology planning
Backbone bila diperlukan
Testing setelah instalasi
New Infrastructure
02
Network Upgrade

Upgrade Jaringan Existing

Untuk jaringan yang masih digunakan tetapi perlu ditambah kapasitas, titik, access point atau struktur perangkatnya.

Tambah titik LAN
Tambah access point
Upgrade switch
Upgrade jalur cabling
Tambah rack / patching
Backbone antar area
Segmentasi VLAN
Perapihan topology
Infrastructure Expansion
03
Repair & Troubleshooting

Perbaikan Jaringan

Untuk jaringan yang mengalami gangguan, koneksi tidak stabil, kabel rusak atau struktur existing yang sulit dipelihara.

LAN tidak terkoneksi
Crimping ulang RJ45
Konektor bermasalah
WiFi drop
IP conflict
Switch troubleshooting
Kabel putus / jalur bermasalah
Rack & cabling berantakan
Network Recovery
Action Decision

Tentukan dari Kondisi Existing.

Existing Condition
New / Upgrade / Repair
Infrastructure Check
Action Plan
14Work Process

Dari Survey sampai
Jaringan Siap Digunakan.

Pengerjaan jaringan dimulai dari pemetaan kebutuhan, kondisi lokasi dan desain sebelum masuk ke instalasi, konfigurasi, testing dan serah terima.

01
Requirement

Konsultasi

Kebutuhan pengguna, lokasi, jumlah perangkat dan masalah jaringan dibahas terlebih dahulu.

02
Site Condition

Site Survey

Kondisi lokasi, jaringan existing, jalur kabel, titik dan perangkat diperiksa sesuai kebutuhan project.

03
Topology

Network Design

Topologi, distribusi perangkat, titik LAN, access point dan jalur jaringan direncanakan berdasarkan kebutuhan.

04
Planning

BoQ / Estimasi

Scope pekerjaan, material dan kebutuhan perangkat dipetakan sebagai dasar penyusunan estimasi.

05
Implementation

Installation

Penarikan kabel, terminasi, rack, perangkat aktif dan access point dikerjakan sesuai scope yang disepakati.

06
Validation

Configuration & Testing

Router, switch, WiFi dan konektivitas diperiksa serta dikonfigurasi sesuai bagian pekerjaan yang termasuk dalam project.

07
Closeout

Documentation & Handover

Pekerjaan ditutup dengan pengecekan akhir, identifikasi dan informasi project sesuai scope yang disepakati.

Project Workflow

Alur dari Awal sampai Handover.

01Consult
02Survey
03Design
04Estimate
05Install
06Test
07Handover
15Network Pricing

Estimasi Harga Jasa
Instalasi Jaringan.

Biaya instalasi jaringan bergantung pada jenis pekerjaan, jumlah titik, panjang jalur, kondisi lokasi, perangkat dan material yang digunakan.

Harga berikut merupakan estimasi jasa mulai untuk membantu memberikan gambaran awal sebelum scope pekerjaan diperiksa lebih detail.

01

Crimping RJ45

Untuk terminasi konektor RJ45 pada kabel jaringan yang sudah tersedia atau membutuhkan crimping ulang.

Mulai
Rp50.000/ titik
Terminasi konektor RJ45
Crimping kabel
Basic connectivity test
Konektor / material menyesuaikan
Konsultasi Kebutuhan
02

Terminasi Patch Panel

Terminasi kabel jaringan ke patch panel untuk membuat titik pada rack lebih terstruktur.

Mulai
Rp75.000/ titik
Punch down / termination
Identifikasi port
Basic cable check
Patch panel menyesuaikan
Konsultasi Kebutuhan
03

Tarik Kabel LAN

Jasa penarikan kabel LAN untuk endpoint baru berdasarkan kondisi dan panjang jalur.

Mulai
Rp125.000/ titik
Cable pulling
Crimping / termination
Basic connectivity test
Jalur normal
Material menyesuaikan
Konsultasi Kebutuhan
04

Structured LAN

Untuk instalasi LAN yang membutuhkan jalur, terminasi, labeling dan struktur titik yang lebih rapi.

Mulai
Rp225.000/ titik
Cable route
Termination
Port identification
Labeling
Connectivity testing
Rack / patching menyesuaikan
Konsultasi Kebutuhan
05

Access Point

Pemasangan dan konfigurasi dasar access point untuk kebutuhan koneksi wireless.

Mulai
Rp250.000/ unit
Physical installation
Basic configuration
SSID setup
Connectivity test
Perangkat tidak otomatis termasuk
Konsultasi Kebutuhan
06

WiFi Planning / Multi-AP

Untuk area yang membutuhkan beberapa access point dan perencanaan distribusi wireless.

Mulai
Rp450.000/ titik
AP placement review
Multi-AP requirement
SSID configuration
Connectivity testing
Coverage review
Konsultasi Kebutuhan
07

MikroTik Basic

Konfigurasi dasar MikroTik untuk kebutuhan gateway dan jaringan sederhana.

Mulai
Rp350.000
Gateway
DHCP
NAT
Basic firewall
Basic bandwidth setup
Configuration testing
Konsultasi Kebutuhan
08

Load Balancing / Failover

Konfigurasi jaringan dengan lebih dari satu koneksi internet berdasarkan kebutuhan routing dan backup koneksi.

Mulai
Rp750.000
Multi ISP review
Routing requirement
Failover configuration
Traffic configuration
Connectivity testing
Konsultasi Kebutuhan
09

Rack & Network Setup

Penataan rack jaringan, perangkat aktif, patching dan jalur koneksi sesuai kondisi project.

Mulai
Rp750.000
Rack organization
Patch management
Device placement
Basic labeling
Scope menyesuaikan isi rack
Konsultasi Kebutuhan
10

Site Survey

Survey kebutuhan instalasi jaringan untuk membantu memetakan kondisi lokasi dan scope pekerjaan.

Mulai
Rp300.000/ kunjungan
Site condition
Point requirement
Cable route review
Device requirement
Initial estimation
Konsultasi Kebutuhan
11

Office Network Project

Untuk pembangunan jaringan kantor, perusahaan atau project multi-area dengan scope yang lebih besar.

Estimasi
Custom
LAN infrastructure
WiFi
Rack
Router & switch
Fiber optic bila diperlukan
Multi-floor
Multi-device
BoQ berdasarkan survey
Minta Estimasi Project
Pricing Factors

Apa yang Mempengaruhi Biaya?

Dua project dengan jumlah titik yang sama belum tentu memiliki biaya yang sama apabila jalur, material dan kondisi lokasi berbeda.

Jumlah titikPanjang jalur kabelJenis kabelKebutuhan materialConduit / ductingCable trayKetinggian pekerjaanPlafon / dindingAntar lantaiRackRouter & switchAccess pointFiber opticJam pengerjaanTestingDokumentasi

Harga di atas merupakan estimasi jasa mulai dan bukan harga final setiap project. Material, perangkat, panjang kabel, ducting, pekerjaan antar lantai, akses lokasi dan kebutuhan teknis tambahan dihitung berdasarkan scope aktual. Estimasi final dikonfirmasi sebelum pekerjaan dilakukan.

17Why RaniTech

Bukan Sekadar Pasang Kabel.
Bangun Jaringan yang Lebih Mudah Dikelola.

RaniTech melihat instalasi jaringan sebagai satu sistem. Jalur kabel, perangkat aktif, wireless, konfigurasi, testing dan dokumentasi perlu saling mendukung agar jaringan lebih mudah digunakan dan dipelihara.

Scope teknis tetap disesuaikan dengan kebutuhan nyata pada lokasi dan perangkat yang digunakan.

01
Planning

Network Planning First

Kebutuhan pengguna, titik, perangkat dan kondisi lokasi dipetakan sebelum menentukan rancangan jaringan.

BEFORE INSTALL
02
Infrastructure

Structured Cabling

Jalur kabel, terminasi dan titik jaringan dirancang agar lebih mudah diidentifikasi dan dipelihara.

STRUCTURED
03
Configuration

Configuration + Testing

Perangkat dan konfigurasi yang termasuk dalam scope diperiksa kembali setelah proses instalasi.

VERIFIED
04
Documentation

Network Documentation

Informasi titik, perangkat atau topology dapat dicatat sesuai kebutuhan dan scope project.

RECORDED
05
Infrastructure

LAN + WiFi + Fiber

Media jaringan dapat dikombinasikan berdasarkan fungsi, jarak, mobilitas dan kebutuhan operasional.

INTEGRATED
06
Onsite

Site Survey

Kondisi lokasi dapat diperiksa langsung apabila project membutuhkan pemetaan jalur dan perangkat yang lebih detail.

SITE CHECK
07
Estimation

Scope & BoQ Menyesuaikan

Kebutuhan material dan pekerjaan disusun berdasarkan kondisi aktual, bukan dipaksakan ke satu paket untuk semua lokasi.

PROJECT BASED
08
Maintenance

Maintenance Ready

Struktur jaringan yang lebih mudah diidentifikasi membantu proses troubleshooting, maintenance dan pengembangan berikutnya.

EASIER TO MANAGE
18Project Documentation

Dokumentasi Pengerjaan
Instalasi Jaringan RaniTech.

Dokumentasi proses instalasi, penataan dan pengecekan infrastruktur jaringan dari pekerjaan RaniTech.

Foto yang ditampilkan merupakan dokumentasi pekerjaan asli, bukan ilustrasi project pelanggan.

Rack & Cable Management - dokumentasi jasa instalasi jaringan RaniTech
Network Rack

Rack & Cable Management

Dokumentasi penataan perangkat, patching dan jalur kabel pada rack jaringan.

Patch Panel & Labeling - dokumentasi jasa instalasi jaringan RaniTech
Structured Cabling

Patch Panel & Labeling

Terminasi dan identifikasi titik jaringan pada patch panel.

Cable & Connectivity Test - dokumentasi jasa instalasi jaringan RaniTech
Network Testing

Cable & Connectivity Test

Pengecekan jalur dan konektivitas setelah proses instalasi.

Access Point Installation - dokumentasi jasa instalasi jaringan RaniTech
Wireless

Access Point Installation

Dokumentasi pemasangan access point pada area kerja.

Structured Cable Route - dokumentasi jasa instalasi jaringan RaniTech
LAN Installation

Structured Cable Route

Dokumentasi penataan dan routing kabel pada instalasi jaringan.

Network Configuration & Check - dokumentasi jasa instalasi jaringan RaniTech
Network Configuration

Network Configuration & Check

Proses pengecekan perangkat dan konfigurasi jaringan di lokasi.

Planning & Project Discussion - dokumentasi jasa instalasi jaringan RaniTech
Network Planning

Planning & Project Discussion

Pemetaan kebutuhan jaringan dan pembahasan topology sebelum pekerjaan dilakukan.

Dokumentasi setiap project dapat berbeda sesuai izin pengambilan gambar, jenis pekerjaan dan kondisi lokasi.

01

Berapa harga jasa instalasi jaringan?

Biaya tergantung jenis pekerjaan, jumlah titik, panjang jalur, kondisi lokasi, perangkat dan material. Untuk pekerjaan ringan tersedia estimasi mulai seperti crimping RJ45 Rp50.000 per titik, sedangkan project jaringan kantor dihitung berdasarkan scope pekerjaan.

02

Berapa harga instalasi LAN per titik?

Untuk tarik kabel LAN tersedia estimasi jasa mulai Rp125.000 per titik. Untuk structured LAN dengan terminasi, labeling dan testing, estimasi mulai Rp225.000 per titik. Harga akhir menyesuaikan panjang jalur, material dan kondisi lokasi.

03

Berapa biaya crimping kabel LAN RJ45?

Crimping RJ45 tersedia mulai Rp50.000 per titik untuk pekerjaan terminasi dan pengecekan koneksi dasar. Konektor, kabel atau material tambahan dihitung sesuai kebutuhan.

04

Apa saja yang termasuk jasa instalasi jaringan?

Scope dapat mencakup tarik kabel LAN, structured cabling, patch panel, rack, router, switch, access point, VLAN, fiber optic, troubleshooting, testing dan dokumentasi. Tidak semua project membutuhkan seluruh layanan tersebut.

05

Apakah bisa survey lokasi terlebih dahulu?

Bisa. Survey digunakan untuk memeriksa layout, kondisi jaringan existing, jalur kabel, kebutuhan titik dan perangkat. Estimasi site survey pada halaman ini mulai Rp300.000 per kunjungan dan dapat menyesuaikan lokasi serta scope.

06

Apakah bisa hanya tarik kabel LAN?

Bisa. Pekerjaan dapat berupa penambahan satu atau beberapa titik LAN tanpa harus membangun seluruh jaringan baru. Jalur, panjang kabel dan metode terminasi tetap diperiksa terlebih dahulu.

07

Apakah melayani instalasi jaringan kantor baru?

Ya. RaniTech dapat membantu mulai dari pemetaan user dan perangkat, desain topology, structured cabling, rack, router, switch, WiFi hingga testing dan handover sesuai scope project.

08

Cat5e atau Cat6, mana yang sebaiknya digunakan?

Pemilihannya bergantung pada kebutuhan jaringan, perangkat, infrastruktur existing, jarak dan anggaran. Cat6 sering dipertimbangkan untuk instalasi baru, tetapi bukan berarti semua project wajib menggunakan Cat6.

09

Apakah bisa instalasi access point WiFi?

Bisa. Kebutuhan access point sebaiknya mempertimbangkan luas area, layout, hambatan fisik, jumlah user dan perangkat wireless agar posisi pemasangan tidak hanya ditentukan berdasarkan titik yang paling mudah.

10

Apakah bisa setting MikroTik?

Bisa untuk kebutuhan yang termasuk dalam scope seperti gateway, DHCP, NAT, basic firewall, bandwidth management, load balancing atau failover. Tingkat konfigurasi menyesuaikan topology dan kebutuhan jaringan.

11

Apakah bisa konfigurasi VLAN dan guest network?

Bisa apabila perangkat jaringan mendukung dan kebutuhan project memerlukannya. VLAN dapat digunakan untuk membantu memisahkan kelompok pengguna atau perangkat, sedangkan guest network dapat dipisahkan dari jaringan internal.

12

Apakah melayani instalasi fiber optic?

Fiber optic dapat digunakan untuk kebutuhan backbone, koneksi antar lantai, antar gedung atau jalur tertentu. Metode, perangkat dan terminasi ditentukan berdasarkan kondisi serta desain project.

13

Apakah bisa memperbaiki dan merapikan jaringan existing?

Bisa. Pekerjaan dapat meliputi troubleshooting LAN, crimping ulang, pemeriksaan switch atau router, perapihan rack, labeling, penambahan titik dan penataan jalur kabel existing.

14

Berapa lama pengerjaan instalasi jaringan?

Durasi bergantung pada jumlah titik, panjang jalur, kondisi bangunan, jumlah lantai, perangkat dan kompleksitas konfigurasi. Estimasi waktu pengerjaan dapat diberikan setelah kebutuhan dan kondisi lokasi diketahui.

Network Consultation

Mau Bangun atau
Rapikan Jaringan Kantor?

Mulai dari survey dan pemetaan kebutuhan. Kirim informasi lokasi, jumlah perangkat, kebutuhan titik atau kondisi jaringan existing agar kebutuhan LAN, WiFi, router, switch, rack maupun backbone dapat dipetakan terlebih dahulu.

LANWiFiRouterSwitchRackFiber Optic
Teknisi RaniTech untuk konsultasi jasa instalasi jaringan kantor